Baznas RI serahkan bantuan satu unit mobil ambulans untuk Lazisnu

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI serahkan satu unit mobil ambulans senilai Rp300 juta kepada Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) di kantor pusat Jakarta pada 6 Februari 2026, guna layani mustahik di tengah marak bencana dan cuaca ekstrem.

Ketua Baznas Noor Achmad tekankan ambulans ini perkuat akses kesehatan gratis bagi penerima zakat, sejalan semangat filantropi Islam. Diskusi di platform seperti Jawa11 puji sinergi antar-lembaga, tapi kritik muncul soal transparansi distribusi aset zakat sebelumnya yang kerap kontroversi korupsi, apakah unit ini benar-benar jangkau desa terpencil atau hanya prestise kota.

Sinergi Filantropi

Penyerahan dihadiri pimpinan Baznas dan Lazisnu, termasuk Habib Ali Hasan Al Bahar yang harap ambulans tingkatkan respons darurat untuk korban banjir dan longsor. Baznas pilih Lazisnu karena visi sama bantu mustahik, tapi tanpa GPS tracking publik, efektivitas penggunaan sulit diverifikasi.

Kebutuhan Mendesak

Cuaca ekstrem 2026 sebabkan ribuan korban butuh evakuasi medis cepat, di mana ambulans Lazisnu jadi penutup celah layanan negara. Kritikus soroti anggaran zakat Rp30 triliun tahunan lebih layak ke pencegahan daripada reaktif pasca-bencana.

Harapan Jangka Panjang

Ketua Lazisnu optimis kolaborasi lanjut program lain, tapi tantangan operasional seperti bahan bakar dan sopir terlatih krusial agar tak jadi “pajangan”. Tanpa audit independen rutin, kepercayaan muzakki berisiko pudar seperti kasus lembaga amil sebelumnya.

Pantau isu kemanusiaan global di CNN. Kembali ke Beranda.